You are currently viewing Resensi Buku “Berani Tidak Disukai”

Resensi Buku “Berani Tidak Disukai”

RESENSI BUKU

Judul Buku : Berani Tidak Disukai
Penulis : Ichiro Kishimi & Fumitake Koga
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : XI
Tahun Terbit : 9 September 2019
Harga : Rp105.000

SINOPSIS

Berani Tidak Disukai adalah salah satu buku yang dapat membangkitkan rasa percaya diri pembaca dan membantu menggali potensi yang terpendam dalam diri. Buku ini membahas banyak hal tentang kehidupan, disajikan melalui dialog antara seorang pemuda dan seorang filsuf yang saling beradu argumen.

Dalam percakapan tersebut, sang pemuda mengeluh tentang kehidupan yang ia anggap menyedihkan dan tidak membahagiakan. Namun, sang filsuf dengan tenang menyampaikan bahwa kebahagiaan dapat diraih dalam sekejap oleh siapa pun. Perbedaan pandangan muncul karena sang pemuda meyakini dunia ini terlalu rumit sehingga kebahagiaan dianggap mustahil.

Buku ini mengulas kehidupan manusia dari sudut pandang teori psikologi Adler, dengan fokus pada perbedaan antara aetiologi (hubungan sebab-akibat) dan teleologi (ilmu yang mempelajari tujuan dari suatu fenomena, bukan penyebabnya).

Yang menarik, isi buku ini sangat relate bagi mereka yang merasa hidupnya selalu bergantung pada pengakuan orang lain, sehingga kerap merasa tidak bahagia. Buku ini cocok bagi siapa saja yang masih bimbang menentukan arah hidup atau belum merasa puas dengan kehidupannya, serta ingin membangun keberanian untuk mengubah hidup.

Melalui buku ini, pembaca diajak melihat peristiwa hidup dari perspektif baru, membebaskan diri dari belenggu trauma masa lalu, dan melepaskan beban ekspektasi orang lain.

KELEBIHAN

  1. Cerita dan pesan yang relate dengan kehidupan sehari-hari, disertai alur yang rapi sehingga mudah diikuti.
  2. Gaya bahasa sederhana dan tidak membosankan, membuat pembaca tertarik untuk merenung dan memahami pemikiran sang filsuf.

KEKURANGAN

Beberapa pembahasan bersifat filosofis dan cukup rumit, sehingga membutuhkan pemahaman lebih dalam. Pembaca mungkin perlu membaca ulang bagian tertentu (minimal dua kali) agar pesan yang disampaikan dapat dipahami sepenuhnya.

KESIMPULAN

Buku Berani Tidak Disukai layak dibaca, khususnya bagi mereka yang merasa masa lalunya kurang baik hingga menganggap kebahagiaan sulit dicapai. Buku ini menegaskan bahwa setiap orang berhak dan bisa bahagia, serta memberi wawasan bahwa cara mencapainya tidak serumit yang dibayangkan.

Bagi pembaca yang hobi membaca, sedang berada di fase bimbang, atau belum menentukan arah hidup, buku ini menjadi pilihan tepat. Selain itu, harganya terjangkau dan mudah ditemukan baik di toko buku maupun secara online.

Resensi Buku “Berani Tidak Disukai”

Oleh: M. Bagas Dinata (Musyrif Mahad Khulafaur Rasyidin Insan Mandiri Cibubur)