You are currently viewing RESENSI NOVEL SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI

RESENSI NOVEL SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI

Resensi Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Sinopsis

Novel ini menceritakan perjalanan Ale, seorang pemuda yang terjebak dalam labirin rutinitas ibu kota yang itu-itu saja Hari-harinya hanyalah siklus tanpa henti antara bangun, bekerja, dan tidur. Di balik wajahnya yang tampak biasa, berbadan gempal, berkulit hitam, kerap kali dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya, Ale memendam luka batin yang dalam akibat tekanan sosial dan pengabaian dari keluarga yang seharusnya menjadi rumah baginya.

Merasa tidak lagi memiliki alasan untuk bertahan, Ale memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan meminum obat-obatan. Namun, sebuah instruksi medis pada botol antidepresannya mengubah segalanya: “Diminum setelah makan.” Kepatuhan kecil ini membawanya pada misi terakhir yakni menyantap semangkuk mie ayam favorit sebelum benar-benar pergi.

Siapa sangka, perjalanan menuju warung mie ayam tersebut justru mempertemukannya dengan berbagai jiwa yang secara tidak langsung menyentuh sisi kemanusiaannya. Pertemuan- pertemuan sederhana itu perlahan mengikis keputusasaannya, menyadarkannya bahwa hidup yang berat sekalipun tetap menyimpan keajaiban kecil yang layak untuk diperjuangkan.

Identitas Buku :

Judul                : Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Penulis             : Brian Khrisna

Penerbit            : Gramedia Widiasarana

Tahun Terbit     : 2025

Tebal Buku       : 210 halaman

Kelebihan

  • Gaya bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami dan lekat dengan penggunaan sehari- hari. Kedalaman emosi yang diungkapkan lewat narasi pun mengalir. Pembaca diajak menyelami konflik batin Ale seolah benar-benar masuk ke dalam hidupnya.
  • Buku ini mengangkat tema kesehatan mental yang sangat nyata dengan realitas generasi saat ini, membuat karakter Ale terasa hidup dan dekat dengan banyak orang.
  • Penulis menyampaikan pesan reflektif tentang pentingnya menghargai hidup melalui hal-hal remeh yang sering kita abaikan.

Kekurangan

  • Pada beberapa bagian, alur terasa bergerak cukup lambat dan cenderung monoton, yang mungkin akan sedikit menguji kesabaran pembaca yang menyukai konflik intens.
  • Terdapat beberapa sub-konflik yang terasa menggantung atau tidak terselesaikan secara tuntas, sehingga menyisakan tanda tanya bagi pembaca.
  • Buku ini mungkin terasa menyesakkan atau memicu kecemasan bagi pembaca yang sedang berada dalam kondisi emosional yang sensitive, sebab tema depresi dan percobaan bunuh diri dibahas sangat kental di awal bagian buku.

Kesimpulan & Kelayakan

Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati adalah sebuah karya yang sangat layak untuk diapresiasi. Dimulai dengan judul yang unik dan desain sampul yang estetik, buku ini berhasil memancing rasa ingin tahu sejak pandangan pertama.

Lebih dari sekadar cerita tentang keputusasaan, novel ini adalah ruang refleksi. Ia mengingatkan kita bahwa setiap orang sedang bertarung dalam medan perang batinnya masing-masing. Melalui perjalanan Ale, kita diajak menyadari bahwa terkadang, alasan untuk bertahan hidup tidak harus sesuatu yang besar, bisa jadi, alasan itu hanyalah seporsi mie ayam hangat.

Rekomendasi: Cocok bagi pembaca yang menyukai genre healing literature dan mencari bacaan yang mampu memberikan perspektif baru tentang arti kebahagiaan sederhana.

Oleh: Annissa Rahmawaty (Guru BK SMA IT Insan Mandiri Cibubur)